Tag Archives: mertuaku

Wah Aku dan mertuaku di Galeri foto cw bugil menggairahkan MASUHA.COM

✪ Judul: Foto Bugil Aku dan mertuaku tentu menggairahkan
✪ Anda dapat menyaksikan photo bugil Aku dan mertuaku yang menggairahkan, bisa pula intip vidio sex Aku dan mertuaku 3GP terbaru di MASUHA.COM
✪ Segeralah intip Kumpulan photo menggairahkan Anda dapat vidio sex Terbaik bisa pula body semok Tante Sering ngemut konthol. FOTO Bugil Cewek ngemut dan kisah ngentot tante Memek Kecil Aku dan mertuaku kisah sex meki jilbab tentu Sering Ngentot artis Binal tunjuk toket. puki Payudara Ibu Horny Masturbasi Puas sex kelihatan Perawan Dengan toket besar. Hotel Wanita nikmat memiliki perih Bersetubuh toket cukup bagus ngemut toket kecil Mbak Karyawati penggemar konthol. Ngocok cw mulus montok ngaceng sekalian Ngentot Konak Jilbab Buka Paha Tempik memuaskan Latihan sungguh bulu meki seks Halus Ternyata di samping besar terdapat pula Pragawati tante Panas bisa pula Aku dan mertuaku toket bagus.

Ini adalah salah satu pengalaman nyata dari kehidupan sex-ku selama ini. Aku Roy, 32 tahun. Menikah, memiliki 2 anak. Istriku sangat cantik. Banyak yang bilang mirip bintang sinetron ternama saat ini. Kami tinggal di Bandung. Ternyata akan aku kisahkan adalah hubunganku dengan mertua aku sendiri.

Mertua aku tinggal di kota P, masih wilayah Jawa Barat. Suatu waktu aku ada tugas kerja ke kota P tersebut. Aku pergi naik motor. Sesampainya di kota P, aku langsung menyelesaikan tugas dari kantor. Setelah selesai, aku sengaja singgah dulu ke rumah mertua untuk istirahat. Sesampai di rumah, mertua perempuanku datang menyambut.

“Kok sendirian Roy? Mana anak istrimu?” tanya mertuaku.

“Saya ada tugas kantor disini, Ma. Jadi mereka tak saya ajak. Lagian saya cuma sebentar kok, Ma. Hanya mau numpang mandi dan istirahat sebentar,” jawabku.

“O begitu.. Akan janda siapkan makanan buat anda,” ujar mertuaku.

Lalu aku mandi. Setelah itu aku segera ke meja makan karena sudah sangat lapar.

“Papa mana, Ma?” tanyaku.

“Papa lagi ke rumah temannya ngurusin obyekan,” jawan mertuaku.

“Kamu mau pulang jam berapa, Roy?” tanya mertuaku.

“Agak sorean, Ma. Saya akan tidur sebentar. Badan pegal hampir 3 jam naik motor dari Bandung,” kataku.

“Kalau begitu ganti baju dulu dong. Nanti kusut kemeja anda,” ujar mertuaku sambil bangkit menuju kamarnya. Lalu dia datang lagi membawa kaos dan kain sarung.

“Ini memiliki Papa, pakailah nanti,” kata mertuaku.

“Iya, Ma,” kataku sambil terus melanjutkan makan.

Mertuaku berumur 42 tahun. Sangat cantik mirip istriku. Badan ramping, buah dada besar walau agak turun karena usia. Pantatnya sangat padat. Setelah berganti pakaian, aku duduk di ruang tamu sambil intip TV.

“Loh katanya mau tidur?” tanya mertuaku sambil duduk di kursi yang sama tapi agak berjauhan.

“Sebentar lagi. Ma. Masih kenyang,” ujarku. Lalu kami intip TV tanpa banyak bicara.

“Tahukah anda, Roy.. Bahwa janda sangat senang dengan anda?” tanya mertuaku kepadaku memecah kesunyian.

“Kenapa, Ma?” tanyaku.

“Dulu sejak pertama kali datang kesini mengantar istrimu pulang, janda langsung suka anda. Ganteng, tinggi, sopan, dan ramah,” kata mertuaku. Aku hanya tersenyum.

“Sekarang anda sudah menikahi anak janda dan sudah memiliki anak 2, tapi anda tetap sama seperti yang dulu..,” kata mertuaku lagi.

“Mama sangat sayang anda, Roy,” kata mertuaku lagi.

“Saya juga sayang janda,” ujarku.

“Ada satu hal yang ingin janda lakukan, tapi tak pernah berani karena takut jadi masalah..,” kata mertuaku.

“Apa itu, Ma?” kataku.

“Mama ingin memeluk anda walau sebentar..,” ujar mertuaku sambil menatapku dengan mata sejuk.

“Kenapa begitu, Ma?” tanyaku lagi.

“Karena dulu janda sangat suka anda. Sekarang ditambah lagi rasa sayang,” kata mertuaku.

Aku tatap mata mertuaku. Kemudian aku tersenyum.

“Saya yang akan peluk janda sebagai rasa sayang saya ke janda,” ujarku sambil beringsut mendekati mertuaku sampai tubuh kami bersentuhan.

Kemudian aku peluk mertuaku erat. Mertuakupun balas memeluk aku dengan erat sepertinya tak mau melepas lagi.

“Boleh janda cium anda Roy? Sebagai tanda sayang?” tanya mertuaku.

Aku agak kaget. Aku lepaskan pelukanku, lalu tersenyum dan mengangguk. Mertuaku tersenyum, lalu mencium pipi kiri, pipi kanan, kening. Lalu.. Mertuaku menatap mataku sesaat kemudian mengecup bibirku. Aku sangat kaget. Tapi aku tetap diam, dan ada sedikit rasa senang akan hal itu. Selang beberapa detik mertuaku kembali mengecup bibirku.. Dan melumatnya sambil merangkulkan tangannya ke pundakku. Secara spontan aku membalas ciuman mertuaku. Kami saling hisap, mainkan lidah.. Nafas mertuaku terdengar agak cepat. Tangan mertuaku masuk ke dalam kain sarung, lalu menyentuh kontholku dari luar CD. Tangannya lalu mengusap pelan lalu mulai meremas kontholku. Kontolku langsung tegang.

Tiba-tiba.. Kringg! Krinngg! Bunyi telepon mengagetkan kami. Kami langsung memisahkan diri. Mertuaku langsung bangkit menuju telepon. Entah apa yang dibicarakan. Karena merasa agak bersalah, aku segera masuk ke kamar, menutup pintu, lalu merebahkan diri di kasur. Terbayang terus peristiwa tadi berciuman dengan janda mertua sambil merasakan nikmatnya diremas konthol. Tiba-tiba terdengar pintu diketuk. Kemudian pintu terbuka. Mertuaku masuk.

“Sudah mau tidur, Roy?” tanya mertuaku.

“Belum, Ma,” ujarku sambil bangkit lalu duduk di tepi ranjang. Mertuaku juga ikut duduk setelahku.

“Kamu marah tak atas kejadian tadi,” tanya mertuaku sambil menatap mataku. Aku tersenyum.

“Tidak, Ma. Justru saya senang karena ternyata janda sangat sayang dengan saya,” jawabku.

Mertuaku tersenyum lalu memegang tanganku.

“Sebetulnya dari dulu janda memimpikan hal seperti ini, Roy,” ujar mertuaku.

“Tapi karena istrimu dan papamu selalu ada, ya janda hanya dapat menahan perasaan saja..,” ujar mertuaku sambil mencium bibirku.

Akupun segera mebalas ciumannya. Dan sekarang aku mulai berani. Tanganku mulai meraba buah dada mertuaku dari luar dasternya. Aku meremasnya perlahanan. Tangan mertuakupun segera melepas kain sarung yang aku pakai. Tangannya langsung meraba dan meremas kontholku dari luar CD-ku. Kontolku makin mengeras. Mertuaku merogoh kontholku hingga berdiri tegak. Sambil tetap berciuman tangannya terus mengocok dan meremas kontholku. Akupun terus meremas buah dada mertuaku. Tak lama, mertuaku bangkit lalu melucuti semua pakaiannya. Akupun melakukan hal yang sama. Mertuaku segera naik ke tempat tidur, dan aku segera menaiki tubuhnya. Aku kecup bibirnya.

“Mama senang anda datang hari ini, Roy.. Lebih senang lagi karena ternyata anda dapat menerima rasa sayang janda kepada anda…” ujar mertuaku sambil menciumku.

“Saya juga senang karena janda sangat menyayangi saya. Saua akan menyayangi janda…” kataku sambil memagut leher mertuaku.

Mertuaku mendesah dan menggelinjang merasakan desiran nikmat. Pagutanku kemudian turun ke buahdada mertuaku. Kujilati dan gigit-gigit kecil toket toket mertuaku sambil tangan yang satu meremas buah dada yang lain.

“Ohh.. Mmhh.. Mmhh.. Ohh…” desah mertuaku semakin merangsang gairahku.

Tapi ketika lidahku mulai turun ke perut, tiba-tiba mertuaku memegang kepalaku.

“Jangan ke bawah, Roy.. Mama malu. Segera masukkin saja.. Mama sudah tak tahan…” ujar mertuaku.

Aku tersenyum dan maklum karena mertuaku termasuk orang yang konvensional dalam masalah sex. Aku buka lebar paha mertuaku, lalu aku arahkan kontholku ke meki mertua yang sudah basah dan licin. Tangan mertuaku segera memegang kontholku lalu mengarahkannya ke lubang mekinya. Tak lama.. Bless.. Kontolku langsung memompa meki mertuaku. Terasa tak seret, tapi masih nikmat rasanya menjepit kontholku..

“Ohh.. Sshh.. Oh, Roy.. Mmhh…” desah mertuku ketika aku memompa kontholku agak cepat.

Mertuaku mengimbangi gerakanku dengan goyangan pinggulnya. Tak lama, tiba-tiba mertuaku bergetar lalu tubuhnya agak mengejang.

“Oh, Roy.. Mama mau keluarr.. Mmhh…” jerit kecil mertuaku.

“Terus setubuhi janda…” desahnya lagi.

Beberapa saat kemudian tubuh mertuaku melemas. Dia telah mencapai orgasme.. Akupun berhenti sejenak memompa kontholku tanpa mencabutnya dari meki mertuaku. Memeknya terasa makin licin oleh air maninya.

“Mama belum pernah merasakan nikmat seperti ini, Roy,” ujar mertuaku sambil mengecup bibirku.

“Terima kasih, Roy…” ujarnya lagi sambil tersenyum. Akupun segera mengerakan kontholku menyetubuhi lagi mertuaku.

“Boleh Roy minta sesuatu, Ma?” tanyaku sambil terus memompa kontholku.

“Apa?” ujar mertuaku.

“Saya mau setubuhi janda dari belakang. Boleh?” tanyaku. Mertuaku tersenyum.

“Boleh tapi janda tak mau nungging. Mama tengkurap saja ya?” ujar mertuaku.

“Iya, Ma,” ujarku sambil mencabut kontholku. Mertuaku segera tengkurap sambil sedikit melebarkan kakinya.

“Ayo, Roy,” ujar mertuaku.

Aku segera masukkan kontholku ke meki mertuaku dari belakang. Terasa lebih nikmat daripada masuk lewat depan. Mata mertuaku terpejam, dan sesekali terdengar desahannya. Akupun terus menikmati rasa nikmat sambil terus memompa kontholku. Kemudian terasa ada sesuatu rasa yang sangat kuat ingin keluar dari kontholku. Kupercepat gerakanku menyetubuhi mertuaku. Ketika hampir mencapai klimaks, aku cabut kontholku, lalu.. Crott! Crott..! Crott! Air maniku keluar banyak di punggung dan pantat mertuaku.

“Ohh.. Enak, Ma…” kataku.

Kugesekkan kontholku ke belahan pantat mertuaku. Selang beberapa menit setelah kelelahan agak hilang, mertuaku berkata, ” Tolong bersihkan punggung janda, Roy..”.

“Iya, Ma,” ujarku. Lalu aku bersihkan air maniku di tubuh mertuaku.

Setelah berpakaian, lalu kami keluar kamar. Terlihat wajah mertuaku sangat ceria. Menjelang sore, mertua pria pulang. Aku dan mertua perempuanku bertindak biasa seolah tak pernah terjadi apa-apa di antara kami.

Setelah makan malam, aku diminta mertua perempuanku utnuk membawakan semua piring kotor ke dapur. Aku menurut. Mertua pria aku setelah makan malam langsung menuju ruang televisi dan segera menonton acara kesukaannya. Di dapur, mertuaku perempuanku langsung menarik tanganku ke sudut dapur lalu menciumku. Aku membalasnya sambil tanganku langsung memegang selangkangannya kemudian meraba mekinya.

“Nakal anda. Tapi janda suka,” ujar mertuaku sambil tersenyum.

“Nanti Papa kesini, Ma.. Udah, ah Roy takut,” ujarku.

“Tidak akan kesini kok, Roy,” ujarnya.

“Sebelum anda pulang, janda mau sekali lagi bersetubuh dengan anda disini…” ujar mertuaku sambil tangannya segera meremas kontholku dari luar celana.

“Saya juga mau, tapi jangan disini, Ma.. Bahaya,” ujarku.

“Ayo dong, Roy.. Mama sudah tak tahan,” ujarnya lagi. Tangannya terus meremas kontholku.

“Kita ke hotel yuk, Roy?” ajak mertuaku. Aku mengangguk.

Kemudian dengan alasan akan ke rumah temannya, mertuaku perempuanku meminta ijin pergi diantar olehku.

“Jangan lama-lama ngobrol disana, Ma.. Si Roy kan malam ini mau pulang. Kasihan nanti dia capek,” ujar mertua pria.

“Iya dong, Pa…” ujar mertua perempuanku.

Kemudian kami naik motor segera pergi mencari hotel. Setelah selesai registrasi, kami segera masuk ke kamar. Tanpa banyak cakap, mertuaku langsung memeluk dan menciumku dengan liar. Aku balas ciumannya..

“Cepat kita lakukan, Roy.. Waktu kita hanya sedikit,” ujar mertuaku sambil melucuti semua pakaiannya.

Aku juga demikian. Mertuaku langsung naik ke kasur, lalu aku menyusul. Tangan mertuaku langsung menggenggam kontholku dan diarahkan ke mekinya.

“Mama kok buru-buru sih?” tanyaku sambil tersenyum ketika kontholku sudah masuk mekinya. Lalu aku pompa kontholku perlahan menikmati nikmatnya meki mertuaku.

“Habisnya janda sudah tak tahan sejak tadi di rumah, pengen merasakan konthol anda lagi,” kata mertuaku sambil menggoyang pinggulnya mengimbangi gerakanku.

Selang beberapa belas menit tiba-tiba mertuaku mendekap aku erat sambil mengerakkan pinggulnya cepat. Kemudian.. “Ahh.. Mmhh.. Enak sayang…” desah mertuaku mencapai puncak orgasmenya.

Badannya melemas. Aku terus memompa kontholku lebih cepat. Terasa lebih nikmat. Sampai beberapa lama kemudian aku tekan kontholku ke lubang meki mertuaku dalam-dalam, dan.. Crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam meki mertuaku.

“Maaf, Ma.. Roy tak dapat menahan.. Sehingga keluar di dalam,” ujarku sambil memeluk tubuh mertuaku.

“Tidak apa-apa, Roy,” jawab mertuaku.

“Mama sudah minum obat kok,” ujarnya lagi.

“Kalo janda berkunjung ke rumah anda, dapat tak ya kita melakukan lagi?” tanya mertuaku.

“Bisa saja, Ma.. Kita jalan berdua saja dengan alasan pergi kemana…” jawabku. Mertuaku tersenyum.

“Kita pulang Roy,” ujar mertuaku.

Sesampai di rumah, aku langsung bersiap untuk pulang ke Bandung. Ketika aku memanaskan motorku, mertua perempuan mendekatiku. Sementara mertua pria duduk di beranda.

“Hati-hati di jalan ya, Roy,” ujar mertuaku.

“Iya, Ma. Terima kasih,” ujarku sambil tersenyum.

“Tengokin janda dong sesering mungkin, Roy,” ujar mertuaku sambil tersenyum penuh arti.

“Iya, Ma,” ujarku sambil tersenyum pula.

Lalu aku pulang. Sejak saat itu hingga kini aku selalu menyempatkan diri sebulan sekali untuk datang ke rumah mertuaku, dijamin setelah aku di-SMS dahulu oleh mertua perempuanku.

Ini adalah kisah nyata kehidupan aku.

TAMAT

☞ Maklumat ditujukan kepada tante sex, bispak menggairahkan bersama cowok konthol besar, video sex Aku dan mertuaku tentu ditujukan untuk kesenangan belaka. admin minta ampun bila kata vidio bisa pula foto anda yang terkait termuat, admin tak ada niat melecehkan.

☞ silahkan menikmati foto bugil bisa pula vidio sex Aku dan mertuaku di MASUHA.COM, blog cabul kesukaan anda. cobalah untuk melihat bahasan yang berbeda yang asyik ditonton seperti foto tante toket besar bugil, vidio cw jilbab cantik ngemut konthol besar, foto meki Tante bugil di samping menyaksikan vidio sex bispak Sering ngentot menggairahkan terbaru dapat pula bahasan wanita jilbab disetubuhi kesakitan dan foto bugil Aku dan mertuaku di blog kisah menggairahkan MASUHA.COM tentu asyik.

Rating Artikel : 5 Jumlah Voting : 212 Orang

Wah Aku dan ibu mertuaku 2 di Kumpulan gambar ABG telanjang bikin tegang MASUHA.COM

✪ Topik: Foto Telanjang Aku dan ibu mertuaku 2 dijamin bikin tegang
✪ Anda bisa ambil photo telanjang Aku dan ibu mertuaku 2 yang bikin tegang, atau nonton film sex Aku dan ibu mertuaku 2 3GP paling baru di MASUHA.COM
✪ Marilah nonton Kumpulan photo bikin tegang Anda bisa film sex Terbaik atau tubuh sexi Tante Sering jilat konthol. FOTO Telanjang Gadis jilat dan cerita sex tante Vagina Sempit Aku dan ibu mertuaku 2 cerita dewasa meki akhwat dijamin Sering ML ABG Nakal tunjuk susu. puki Toket Ibu Horny Onani Puas sex kelihatan Perawan Dengan susu jumbo. Penginapan Wanita enak mempunyai sakit Bersetubuh susu pastinya bagus jilat toket kecil Mbak Pembantu orang mupeng konthol. Ngocok ABG merangsang montok tegang sekalian ML Konak Jilbab Ngangkang Vagina oke Belajar sangat bulu meki sex Halus Ternyata setelah jumbo terdapat juga Pragawati tante Merangsang atau Aku dan ibu mertuaku 2 susu bagus.

“Dibandingkan milik ayah, jumbo mana Bu dengan mempunyaiku?” Kataku mencoba menetralisir ketegangan.

Dengan reflek ibu mertua mencubit pahaku. Tapi ia nggak marah.

“Hushh.. Jangan ngomongin orang yang sudah meninggal. Tapi mempunyai anda memang jauh lebih jumbo. Sampai takut ibu melihatnya,” ujar ibu mertuaku.

“Takut… apa seneng?” timpalku.

Ia mencubit lagi, tapi pelan saja dan nggak menimbulkan sakit. Selanjutnya, tangan ibu mertuaku mulai beraksi. Pertama kepala kontholku dibelai-belainya dengan lembut, lalu usapannya turun ke kantung pelirku. Cara menyentuhnya benar-benar profesional dan menimbulkan sensasi luar biasa. Terlebih saat ia mulai menggenggam batang konthol itu dan mengocoknya perlahan.

Disamping mengocok, terkadang tangan ibu mertuaku seperti meremas gemas batang kontholku. Akupun mendesah, menggelinjang menahan sedap.

“Ahh.. Sshh.. Nikmat sekali Bu..,. Oohh,” rintihku tertahan.

Tanpa sadar aku telah mendekap ibu mertuaku. Wajahku yang membenam di lehernya membaui aroma wangi cologne yang biasa dipakai istriku hingga gairahku kian terpacu. Dan ah, ternyata ibu mertuaku nggak mengenakan BH. Aku tahu karena lenganku yang mendekap tubuhnya menyentuh bukit lembut di balik daster yang dikenakannya. Maka segera saja susu ibu mertuaku itu kugerayangi.

Meski aku menggerayang dari luar dasternya, tapi kuyakin buah dada ibu mertuaku lebih jumbo dibanding milik Neni istriku. Hanya agak lembek dan kendur. Bentuknya juga sudah merosot dan menggelantung karena susunya berada agak di bawah. Sambil menahan sedap oleh kocokkan dan elusan mengasyikkan tangannya pada kontholku, kubelai dan sesekali kuremas susu ibu mertuaku. Bergantian kiri dan kanan.

Tak puas cuma menggerayangi dari luar bajunya, tanganku mulai mencari-cari kancing dasternya dan langsung kubukai. Namun ketika tanganku hendak menelusup merogoh masuk melalui bagian atas dasternya yang telah terbuka, ia seolah mencegah.

“Ibu sudah tua Hen, mempunyai ibu sudah jelek dan kendur,” katanya seperti mengingatkan tapi nggak mencoba mencegah tanganku yang telah menelusup masuk.

Dulu susu ibu mertuaku dijamin sangat montok dan mancung bentuknya. Pasti almarhum ayah mertuaku senang membelai, meremas atau meneteknya. Kini di usianya yang telah 53 tahun, memang sudah agak kendur. Namun tetap nggak mengurangi gairahku buat meremasinya. Apalagi susunya juga jumbo menonjol, hingga aku jadi gemas buat memilinnya dengan telunjuk dan ibu jariku. Nafas ibu mertuaku mulai memberat setiap aku memilin-milin susunya. Dengus nafasnya menerpa wajahku yang berada sangat dekat dengan wajah ibu mertuaku.

“Hen, lama banget mempunyai anda keluarnya. Ibu sudah pegel nih mengocoknya,” perlahan ibu mertuaku berujar.

Sebenarnya itu siasatku saja karena sejak tadi pertahananku sudah hampir jebol tetapi selalu kutahan.

“Kalau begitu ibu berhenti dulu deh, gantian aku yang kerja,” kataku sambil turun dari ranjang lalu mengambil posisi berjongkok di depan kaki ibu mertaku yang menjuntai.

“Kamu mau apa Hen?!”

Ia sangat kaget ketika aku menyingkapkan dasternya dan mencoba merenggangkan posisi kakinya.

“Aku ingin lihat mempunyai ibu,” balasku.

Tadinya ibu mertuaku mencoba bertahan agar posisi kakinya tetap terhimpit. Namun karena aku memaksa, himpitannya mulai mengendor.

“Ibu nggak pakai celana dalam Hen. Jangan, ibu malu,” katanya lagi tetapi membiarkan tanganku merenggangkan kedua kakinya.

Dari balik dasternya yang tersingkap sangat lebar, ternyata benar. Di samping nggak mengenakan BH, ibu mertuaku juga nggak memakai celana dalam. Di antara pahanya yang membulat putih montok, kemaluannya terlihat membusung lebar. Tetapi tanpa rambut, nampaknya ibu mertuaku rajin mencukur. Bibir kemaluannya agak tebal dan berwarna agak kecoklatan. Kontras dengan celahnya di bagian agak ke dalam yang berwarna merah muda. Pasti ayah mertuaku dulu suka mengentotnya dan dari lubang inilah Neni dilahirkan.

Jakunku turun naik dan berkali-kali aku meneguk air liur melihat pemandangan bikin tegang itu. Tak tahan cuma cuma melihatnya, aku mulai menyentuh dan menggerayangi kemaluannya. Kuusap-usap dan kubelai mekinya yang membukit dan bikin tegangku itu.

Sudah enam bulan lebih aku tak menyentuh bagian paling merangsang milik perempuan ini atau sejak istriku selalu menolak kuajak terkait suami istri. Ternyata, meki gundul tanpa rambut juga lebih merangsang. Aku membelai mekinya sambil mulutku menciumi paha montok ibu mertuaku. Ibu mertuaku menggelinjang, mendesah menahan gairah. Dan sejauh itu, ia membiarkanku meluahkan gairahku yang telah pastinya lama disapih dalam segala hal oleh Neni, istriku.

Namun ketika ciumanku mendekat ke selangkangannya, ibu mertuaku sedikit berontak. Tangannya menahan kepalaku agar mulutku tak menempel di bibir kemaluannya.

“Iihh… Mau diapain Hen? Jangan ah, kotor,” katanya.

Apakah ia nggak pernah mendapatkan oral sex? Mungkin saja, karena ayah dan ibu mertuaku tergolong produk lampau. Berpikir begitu aku jadi nekad buat memperkenalkan jilatan lidahku yang suka membuat istriku kelojotan bak cacing kepanasan. Kutekan keras kepalaku buat mengalahkan penolakan ibu mertuaku sampai mulutku menyentuh mekinya.

Memek ibu mertuaku nggak berbau, nampaknya ia rajin merawatnya. Saat lidahku mulai menyapu bibir kemaluannya, penolakannya mulai mengendur. Bahkan kuyakin ia mulai menikmatinya ketika lidahku menelusup ke celah mekinya dan menjilati kelentitnya. Ia mengerang dan merintih tertahan.

“Gimana Bu, enak kan?” ujarku sambil terus menjilat dan menyapu lubang sedap ibu mertuaku.

Bahkan sesekali kucerucupi dan kusedot-sedot kelentitnya. Ia terus mendesis dan mengerang menahan sedap.

“Aahh..,. Sshh..,.. Nikmat sekali Hen, oohh. Ibu baru merasakan yang seperti ini Hen.., oohh..,.. Sshh..,.. Aakkhh,” erangnya tertahan.

Lubang meki ibu basah, banjir oleh campuran ludahku dan cairan yang keluar dari vaginanya yang terasa asin. Rintihan dan erangan ibu mertuaku membuat gairahku kian terpacu. Aku juga takut ia mendahului mencapai klimaks dengan oral sex dan menjadikannya menolak buat diperkosa. Maka di tengah erangan dan rintihannya yang tak putus-putus, aku langsung berdiri.

Kakinya yang menjuntai ke bawah ranjang makin kurenggangkan dan kontholku yang tegak mengacung kuarahkan ke liang sanggamanya. Kepala kontholku yang membonggol jumbo kugeser-geserkan di bibir kemaluannya yang merekah lalu perlahan kudorong masuk. Bblleess, sekali tekan amblas terbenam batang kontholku. Karena setelah banyak cairan pelicin yang bercampur ludah, nampaknya lubang meki ibu mertuaku sudah pastinya longgar.

Ibu mertuaku yang tadinya tiduran bangkit seperti terkaget dan seolah hendak memprotes tindakanku.

“Hen..,. Ja.. Jangan! Aa.. Aku ibu mertuamu Hen, ja.. Ja..,.. Aahh.. Oohh..,.. Sshh..,.. Akkhh,” tetapi protesnya berubah menjadi erangan dan ungkapan kenikmatan sehabis aku memaju mundurkan kontholku di lubang vaginanya.

Susu ibu mertuaku yang jumbo ikut terguncang-guncang setiap kali kontholku keluar masuk di lubang sedapnya. Tubuhnya tergetar dan matanya membeliak-beliak dengan mulut yang terus mendesis. Tampaknya ia sangat menyukai sodokan-sodokan kontholku yang menghujami mekinya.

Sebenarnya aku ingin sekali meremasi susu ibu mertuaku yang terguncang-guncang menggemaskan itu atau mengulum susunya yang mencuat coklat kehitaman. Ingin pula kulumat bibirnya yang membasah. Namun karena ingin memberi kesan yang baik padanya, aku berusaha sekuat tenaga buat dapat memuaskannya. Hunjaman kontholku di lubang sedapnya kadang kupercepat dan kadang kumainkan dalam tempo lambat.

Sambil terus menyodok-nyodok mekinya, sesekali kelentitnya yang mencuat kumainkan dengan jari telunjukku yang telah kubasahi dengan ludah. Variasi yang kulakukan membuat ibu mertuaku semakin kelabakan. Pinggulnya diangkat seperti hendak menyongsong sodokan kontholku. Rintihan dan erangannya semakin keras. Untung pintu kamar sudah kukancing dari dalam dan istriku pulas tertidur.

Akhirnya, tubuh ibu mertuaku mengejang.

“Ohh.. Ahh.. Shh.. Aakkhh enak sekali Hen, ibu nggak tahan mau keluar ahh.. Ahh,” nampaknya ia hendak mendapatkan orgasmenya.

Maka dengan cepat kupacu sodokan dan hunjaman kontholku di meki ibu mertuaku. Hingga ia seperti melolong dan merintih menahan sedap. Aku baru berhenti sehabis kulihat matanya membeliak dan cuma terlihat bagian putihnya dan tangan ibu mertuaku mencengkeram keras kain sprei tempatnya berbaring. Kubiarkan ibu mertuaku terkapar menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru didapatnya dengan nafas yang masih memburu.

Aku keluar menuju kamar mandi. Aku ingin membersihku rudalku yang masih tegak mengacung selagi ibu mertuaku masih terkapar. Batang kontholku terasa lengket belepotan oleh lendir dari meki ibu mertuaku. Juga sambil menengok Neni di kamarnya, takut ia terbangun. Saat aku kembali, ibu mertuaku sudah berdiri dan bermaksud keluar kamar hingga aku mencegahnya.

Bersambung..

☞ Perhatian ditujukan kepada tante sex, ABG bikin tegang bersama laki-laki konthol jumbo, video sex Aku dan ibu mertuaku 2 dijamin cumalah buat hiburan belaka. penulis mohon ampun bila kata film atau gambar anda yang bersangkutan muncul, penulis nggak ada niat melecehkan.

☞ marilah menikmati gambar telanjang atau film sex Aku dan ibu mertuaku 2 di MASUHA.COM, blog sex kesukaan anda. cobalah buat melihat tulisan yang berbeda yang asyik dilihat seperti gambar tante susu jumbo telanjang, film ABG akhwat cantik jilat konthol jumbo, gambar meki Tante telanjang setelah ambil film sex ABG Sering sex bikin tegang paling baru atau juga tulisan perempuan akhwat diperkosa keenakan dan foto telanjang Aku dan ibu mertuaku 2 di blog cerita bikin tegang MASUHA.COM dijamin asyik.

Rating Artikel : 5 Jumlah Voting : 212 Orang