Tag Archives: Rina

Wah Aku, Mama dan Tante Rina di Galeri photo perempuan bugil panas MASUHA.COM

✪ Topik: Foto Bugil Aku, Mama dan Tante Rina tentu saja panas
✪ Anda dapat mengunduh photo bugil Aku, Mama dan Tante Rina yang panas, atau nonton film sex Aku, Mama dan Tante Rina MP4 paling baru di MASUHA.COM
✪ Buruan nonton Koleksi photo panas Anda dapat film sex Terbaru atau tubuh seksi Tante Sering nyepong kontol. FOTO Bugil Cewek nyepong dan kisah ngentot tante Vagina Imut Aku, Mama dan Tante Rina kisah dewasa pepek akhwat tentu saja Sering Ngentot artis Cantik pamer susu. itil Payudara Mama Horny Onani Puas mupeng telanjang Gadis Dengan susu jumbo. Hotel Wanita lezat punya perih Bersetubuh susu lumayan bagus nyepong toket kecil Mbak Karyawati penggemar kontol. Coli perempuan mulus semok tegang sekalian Ngentot Konak Muslimah Ngangkang Vagina memuaskan Belajar begitu jembut seks Lembut Ternyata setelah jumbo terdapat juga Pragawati tante Panas atau Aku, Mama dan Tante Rina susu bagus.

Namaku Roy, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini adalah kisah nyata dari pengalaman sex aku dengan janda dan tante aku.

Cerita ini dimulai ketika aku berusia 20 tahun. Saat itu tante Rina datang dan menginap selama beberapa hari di rumah karena suaminya sedang pergi keluar kota. Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. Tante Rina berusia 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi tubuh 160 cm. Ramping. Tapi aku suka tubuhnya. Buah dada 36B, dan pantatnya jumbo bulat. Aku suka lihat tante Rina kalau sudah memakai celana super ketat sehingga pantatnya begitu membentuk, memuaskan. Tante Rina adalah adik kandung Papa aku.

Waktu itu hari aku tidak masuk kuliah. Aku diam di rumah bersama janda dan tante Rina. Pagi itu, jam 10, kulihat janda baru selesai mandi. Mama keluar dari kamar mandi memakai handuk menutupi dada dan setengah pahanya yang putih mulus. Mama berusia 38 tahun. Sangat cantik.

Saat itu entah secara tidak sengaja aku menonton janda membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat buah dada janda walau tidak terlalu jumbo tapi masih bagus bentuknya. Ternyata terutama jadi perhatian aku adalah pepek janda yang dihiasi rambut hitam tidak terlalu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena janda rajin merawatnya.

Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sedang memperhatikannya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh janda tadi. Aku dekati pintu, lalu aku intip dari lubang kunci. Terlihat janda sedang membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh janda begitu menggairahkan. Terutama pepek janda yang aku fokuskan. Secara otomatis tangan aku meraba kontol dari luar celana, lalu meremasnya pelan-pelan sambil menonton keindahan tubuh memuaskan janda. Karena sudah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil membayangkan menyetubuhi janda. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku orgasme.

Sore harinya, waktu aku sedang tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara janda memanggil aku.

“Roy..!” panggil janda.

“Ya, Ma…” sahut aku sambil bergegas ke kamar janda.

“Ada apa, Ma?” tanya aku.

“Pijitin tubuh janda, Roy. Pegal rasanya…” kata janda sambil tengkurap.

“Iya, Ma…” jawab aku.

Waktu itu janda memakai daster. Aku mulai memijit kaki janda dari betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku. Karena daster janda agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada janda, “Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih…” tanya aku.

“Emang anda mau mijitan apa aja, Roy?” tanya janda.

“Seluruh tubuh janda,” jawab aku.

“Ya sudah, janda buka baju saja,” kata janda sambil bangkit, lalu melepas dasternya tanpa ragu.

“Ayo lanjutkan, Roy!” kata janda sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir menonton janda setengah telanjang di depan mata.

“Mama tidak malu buka baju depan Roy?” tanya aku.

“Malu kenapa? Kan anak kandung janda.. Biasa sajalah,” jawab janda sambil memejamkan mata.

Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha janda. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yang tepat adalah mengusap agak keras. Aku nikmati usapan tangan aku di paha janda sambil mata terus memandangi pantat janda yang memakai celana dalam merah. Setelah selesai “memijit” paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat janda, tapi langsung naik memijit pinggang janda.

“Kok dilewat sih, Roy?” protes janda sambil menggoyangkan pantatnya.

“Mm.. Roy takut janda marah…” jawab aku.

“Marah kenapa? Kamu kan emang janda pinta mijitin.. Ayo teruskan!” pinta janda.

Karena sudah mendapat angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat janda dari luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat janda yang bulat dan padat. Kontol aku sudah mulai mengeras. Mama tetap terpejam menonton pijitan aku. Karena birahi aku sudah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam janda dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani.

Jari tengah aku mulai menyusuri belahan pantat janda sampai ke belahan pepek janda. Jari aku diam disana. Aku takut janda marah. Tapi janda tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jari tengah aku di belahan pepek janda. Mama tetap diam. Terasa pepek janda mulai basah. Dan aku tahu kalau janda agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin janda merasa lezat menonton jari aku di belahan pepeknya. Itu perkiraan aku.

Karena sudah basah, aku nekad masukkan jari aku ke lubang pepek janda. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai bergoyang agak cepat.

“Roy, anda ngapain?” tanya janda sambil membalikkan tubuhnya. Aku kaget dan takut janda marah.

“Maaf, Ma…” kataku tertunduk tidak berani memandang mata janda.

“Roy tidak tahan menahan nafsu…” kataku lagi.

“Nafsu apa?” kata janda dengan nada lembut.

“Sini berbaring dekat janda,” kata janda sambil menggeserkan tubuhnya. Aku diam tidak mengerti.

“Sini berbaring Roy,” ujar janda lagi.

“Tutup dulu pintu kamar,” kata janda.

“Ya, Ma…” kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemudian aku berbaring setelah janda.

Mama menatapku sambil membelai rambut aku.

“Kenapa bernafsu dengan janda, Roy,” tanya janda lembut.

“Mama marahkah?” tanya aku.

“Mama tidak marah, Roy.. Jawablah jujur,” ujar janda.

“Melihat tubuh janda, Roy tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma…” kataku. Mama tersenyum.

“Berarti anak janda sudah mulai dewasa,” kata janda.

“Kamu benar-benar mau sayang?” tanya janda.

“Maksud janda?” tanya aku.

“Dua jam lagi Papa anda pulang…” hanya itu yang keluar dari mulut janda sambil tangannya meraba kontol aku dari luar celana.

Aku kaget sekaligus senang. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami berciuman mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas.

“Buka pakaian anda, Roy,” kata janda. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana.

Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sedangkan aku tetap berdiri.

“Kontol anda jumbo, Roy…” kata janda sambil meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.

“Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, sayang?” tanya janda.

Sambil menonton lezatnya dikocok kontol aku menjawab, “Belum pernah, Ma.. Mmhh..”. Mama tersenyum, entah apa artinya.

Lalu janda menarik pantat aku hingga kontol aku hampir mengenai wajahnya. Lalu janda mulai menjilati kontol aku mulai dari batang sampai ke kepalanya. Rasanya begitu nikmat. Lebih nikmat lagi ketika janda memasukkan kontolku ke mulutnya. Hisapan dan permainan lidah janda begitu pandai. Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut janda dengan keras karena merasakan kenikmatan yang amat begitu. Tiba-tiba janda menghentikan hisapannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku perlahan.

“Enak sayang?” tanya janda sambil menengadah menatapku.

“Iya, Ma.. Enak sekali,” jawabku dengan suara tertahan.

“Sini sayang. Kontolmu udah jumbo dan tegang. Sekarang cepat masukkan…” ujar janda sambil menarik tanganku.

Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pahanya. Tanpa ragu aku naiki tubuh janda. Aku arahkan kontolku ke lubang pepeknya. Tangan janda membimbing kontolku ke lubang pepeknya.

“Ayo, Roy.. Masukkan…” ujar janda sambil terus memandang wajahku.

Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu batang kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang entah bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarmasukkan kontolku di pepek janda. Aku cium bibir janda. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku.

“Enak, Roy?” tanya janda.

“Sangat lezat, Ma…” jawabku sambil terus menyetubuhi janda. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol aku.

“Kenapa janda mau melakukan ini dengan Roy?” tanyaku. Sambil tersenyum, mata janda telanjang berkaca-kaca.

“Karena janda sayang anda, Roy…” jawab janda.

“Sangat sayang…” lanjutnya.

“Lagipula saat ini janda memang sedang ingin bersetubuh…” lanjutnya lagi.

Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi janda.

“Roy juga begitu sayang janda…” ujarku.

“Ohh.. Roy.. Enakk.. Mmhh…” desah janda ketika aku menyetubuhinya makin keras.

“Mama mau keluar…” desah janda lagi.

Tak lama kurasakan tubuh janda mengejang lalu memeluk aku erat-erat. Goyangan pinggul janda makin keras. Lalu..

“Ohh.. Enak sayangg…” desah janda lagi ketika dia mencapai orgasme.

Aku terus menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dari kontol aku. Rasanya begitu kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh janda..

“Ma, Roy gak tahann…” ujarku sambil memeluk tubuh janda lalu menekan kontolku lebih dalam ke pepek janda.

“Keluarin sayang…” ujar janda sambil meremas-remas pantatku.

“Keluarin di dalam aja sayang biar lezat…” bisik janda mesra.

Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam pepek janda.

“Mmhh…” desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.

“Terima kasih ya, Ma…” ujar aku sambil mencium bibir janda.

“Lekas berpakaian, Papa anda sebentar lagi pulang!” kata janda.

Lalu kamipun segera berpakaian. Setengah jam kemudian Papa pulang. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.

Malam harinya, sekitar jam 11 malam, ketika janda dan Papa sudah tidur, aku dan tante Rina masih nonton TV. Tante Rina memakai kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena sudah biasa menonton seperti itu.

Tiba-tiba tante Rina bertanya sesuatu yang mengejutkan aku,”ngapain anda tadi sore lama-lama berduaan ama janda anda di kamar?” tanya tante Rina.

“Hayo, ngapain..?” tanya tante Rina lagi sambil tersenyum.

“Tidak ada apa-apa. Aku mijitin janda, kok…” jawabku.

“Kok lama amat. Sampe lebih dari satu jam,” tanyanya lagi.

“Curigaan amat sih, tante?” kataku sambil tersenyum.

“Tante hanya merasa aneh saja waktu tante denger ada suara-suara yang gimanaa gitu…” ujar tante Rina sambil tersenyum.

“Kayak suara yang lagi lezat…” ujar tante Rina lagi.

“Udah ah.. Kok ngomongnya ngaco ah…” ujarku sambil bangkit.

“Maaf dong, Roy. Tante becanda kok…” ujar tante Rina.

“Kamu mau kemana?” tanya tante Rina.

“Mau tidur,” jawabku pendek.

“Temenein tante dong, Roy,” pinta tante.

Aku kembali duduk dikursi setelah tante Rina.

“Ada apa sih tante?” tanyaku.

“Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja,” jawab tante Rina.

“Kamu sudah punya pacar, Roy?” tanya tante Rina.

“Belum tante. Kenapa?” aku balik bertanya.

“Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum punya pacar?” tanya tante lagi.

“Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,” jawabku.

“Apa anda pernah kissing dengan perempuan, Roy?” tanya tante Rina pelan sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.

Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab.

“Ni tante lagi horny kayaknya…” pikir aku.

Tanpa banyak kata, aku cium bibir tante Rina. Tante Rinapun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono tante Rina. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas buah dadanya dengan mesra sambil ujung jari aku memainkan susu susunya.

“Mmhh..”

Suara tante Rina mendesah tertahan karena kami masih tetap berciuman. Tangan tante Rinapun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dari luar celana kolorku. Kontolku langsung tegang.

“Roy, pindah ke kamar tante, yuk?” pinta tante Rina.

“Iya tante…” jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar tante Rina.

Setiba di kamar, tante Rina dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua pakaian di tubuh aku.

“Ayo Roy, tante sudah gak tahan…” ujar tante Rina sambil senyum, lalu merebahkan tubuhnya di kasur.

Aku segera menindih tubuh telanjang tante Rina. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke buah dadanya. Aku jilat dan hisap susu susu tante Rina sambil meremas buah dada yang satu lagi.

“Ohh.. Mmhh.. Royy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh…” desah tante Rina sambil tangannya memegang kepala aku.

Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, tante Rina segera melebarkan kakinya mengangkang. Vagina tante Rina bersih tidak berbau. Bulunya hanya sedikit sehing nampak jelas belahan pepeknya yang bagus. Aku segera jilati pepek tante Rina terutama bagian kelentitnya.

“Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus sayang…” desah tante Rina sambil tubuhnya mengejang menahan nikmat.

Tak berapa lama tiba-tiba tante Rina mengepitkan kedua pahanya menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke pepeknya.

“Oh, Roy.. Tante keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…” desah tante Rina.

Aku bangkit, mengusap mulut aku yang basah oleh air pepek tante Rina, lalu aku tindih tubuhnya dan kucium bibirnya. Tante Rina langsung membalas ciumanku dengan mesra.

“Isep dong kontol Roy, tante…” pintaku.

Tante Rina mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah tante Rina dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya. Tante Rina langsung menghisap dan menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat lezat rasanya. Cara menghisap dan menjilat kontolnya lebih pintar dari janda.

“Udah tante, Roy udah pengen setubuhi tante…” kataku.

Tante Rina melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke pepeknya.

“Ayo, Roy.. Tante sudah tidak tahan…” bisik tante Rina.

Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. Kontolku keluar masuk pepek tante Rina.

“Roy anda pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kenikmatan…” kata tante ditengah-tengah persetubuhan kami.

“Ah, biasa saja, tante…” ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya.

Selang beberapa lama, tiba-tiba tante Rina mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.

“Roy, terus setubuhi tante.. Mmhh.. Ohh.. Tante mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh…” desahnya.

Tak lama tubuhnya mengejang. Pahanya erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di pepeknya.

“Tente udah keluar, sayang…” bisik tante Rina.

“Kamu hebat.. Kuat…” ujar tante Rina.

“Terus setubuhi tante, Roy.. Puaskan diri anda…” ujarnya lagi.

Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera orgasme. Kupertcepat gerakanku.

“Roy mau keluar, Tante…” kataku.

“Jangan keluarkan di dalam, sayang…” pinta tante Rina.

“Cabut dulu…” ujar tante Rina.

“Sini tante isepin…” katanya lagi.

Aku cabut kontolku dari pepeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. Tante Rina lalu menghisap kontolku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut tante Rina banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam ke dalam mulut tante Rina. Tante Rina dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku buat membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan tante Rina.

Aku segera berpakaian. Tante Rina juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.

“Kamu hebat, Roy.. Kamu dapat memuaskan tante,” ujar tante Rina.

“Kalo tante butuh anda lagi, anda mau kan?” tanya tante sambil memeluk aku.

“Kapan saja tante mau, Roy tentu saja kasih,” kataku sambil mengecup bibirnya.

“Terima kasih, sayang,” ujar tante Rina.

“Roy kembali ke kamar ya, tante? Mau tidur,” kataku.

“Iya, sana tidur,” katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera keluar.

Besoknya, setelah Papa pergi ke kantor, janda duduk setelahku waktu aku makan.

“Roy, semalam anda ngapain di kamar tante Rina sampe subuh?” tanya janda mengejutkanku.

Aku terdiam tak dapat berkata apa-apa. Aku begitu takut dimarahi janda. Mama tersenyum. Sambil mencium pipiku, janda berkata,”Jangan sampai yang lain tahu ya, Roy. Mama akan jaga rahasia kalian. Kamu suka tante anda itu ya?” tanya janda. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.

“Iya, Ma.. Roy suka tante Rina,” jawabku.

“Baiklah, janda akan pura-pura tidak tahu tentang kalian…” ujar janda.

“Kalian hati-hatilah…” ujar janda lagi.

“Kenapa janda tidak marah,” tanya aku.

“Karena janda pikir anda sudah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,” ujar janda.

“Terima kasih ya, Ma…” kataku.

“Roy sayang janda,” kataku lagi.

“Roy, tante dan Papa anda sedang keluar.. Mau bantu janda gak?” tanya janda.

“Bantu apa, Ma?” aku balik tanya.

“Mama ingin…” ujar janda sambil mengusap kontolku.

“Roy akan lakukan apapun buat janda…” kataku. Mama tersenyum.

“Mama tunggu di kamar ya?” kata janda. Aku mengangguk..

Sejak saat itu hingga saat ini aku menikah dan punya 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan tante Rina kalau ada kesempatan. Walau sudah agak berumur tapi kecantikan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menarik. Baik itu di rumah tante Rina kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di hotel.

Sedangkan dengan janda, aku sudah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan janda sendiri dengan alasan tertentu tentu sajanya. Dalam satu bulan hanya 2 kali. Itulah pengalaman kisah nyata aku. Aku tuliskan dengan sebenarnya.

TAMAT

☞ Perhatian dialamatkan buat tante mupeng, jablay panas bersama laki-laki kontol jumbo, video sex Aku, Mama dan Tante Rina tentu saja dialamatkan buat hiburan belaka. admin minta ampun bilamana film atau photo anda yang terkait muncul, admin tidak terdapat maksud mempermalukan.

☞ marilah menonton photo bugil atau film sex Aku, Mama dan Tante Rina di MASUHA.COM, blog mupeng kegemaran anda. jangan lupa buat menonton topik lainnya yang asyik disaksikan seperti photo tante susu jumbo bugil, film perempuan akhwat cantik nyepong kontol jumbo, photo pepek Tante bugil setelah mengunduh film sex jablay Sering ngentot panas paling baru dapat pula postingan perempuan akhwat digenjot keenakan dan foto bugil Aku, Mama dan Tante Rina di blog kisah panas MASUHA.COM tentu saja asyik.

Rating Artikel : 5 Jumlah Voting : 212 Orang